Ena Yang Bersyukur

Minggu adalah hari libur yang ditunggu kaum rebahan, malas
beraktivitas. Ada yang hanya ingin rebahan di rumah menghilangkan penat selama
satu minggu beraktivitas dan ada pula yang berencana akan berlibur. Banu
memilih opsi pertama, Banu memilih bersantai rebahan di rumah, dan parahnya Ena selalu merasa kurang dengan liburnya.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

“Banu bangun sudah siang, nanti kamu terlambat.” Tanya
ibunya.

“Bu Ena masih capek, Ena bolos sehari ya.” Ena memelas
pada ibunya.

“ Jangan begitu, bayaran sekolahmu mahal jangan menyepelekan
menuntut ilmu” Jawab ibunya menyanggah.

“Sehari saja bu, Ena tidur lagi.”

Melihat kelakuan Banu Ibunya geram, hingga ibunya mengajak Ena melihat anak keterbelakangan di suatu panti asuhan.

“Nah sekarang coba kamu buka mata kamu, mereka ingin sekolah
sepertimu, namun tidak ada orang tua yang akan membiayai mereka bersekolah”
Jelas ibunya, mereka masih di dalam mobil.

Dengan kejadian itu Ena tersadar dan mau berangkat sekolah
walau terlambat. Di perjalanan menuju sekolah Ena melihat seorang anak yang
pincang berseragam sekolah sama dengannya, dalam hati Ena berkata, aku
bersyukur masih punya fisik yang sempurna untuk bisa menuntut ilmu.