Cerita Dongeng Monyet dan Kucing Memanggang Kacang

Kucing dan Monyet


Dahulu kala, ada seekor kucing dan monyet yang hidup
berdampingan sebagai hewan peliharaan di suatu rumah. Mereka berteman baik dan
sering melakukan kenakalan bersama-sama. Yang ada di pikiran mereka hanyalah
makan, dan mereka tidak peduli bagaimana cara mendapatkannya.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Suatu hari mereka duduk di perapian sambil membakar kacang
kastanya (chestnut). Bagaimana cara mereka mengeluarkan kacang tersebut dari
panggangan api? Inilah yang menjadi pertanyaan bagi mereka.


“Saya dengan senang hati akan mengeluarkan kacang
tersebut dari panggangan api,” kata monyet yang licik, “tetapi kamu
lebih ahli dalam hal ini dibandingkan saya. Tariklah keluar kacang-kacang
tersebut dari api dan kita akan membaginya dengan adil.”


Sang Kucing lalu menjulurkan tangannya dengan hati-hati,
lalu dengan cepat menarik kacang yang sangat panas dari panggangan api. Ia
mengulangi lagi dan menarik kacang tersebut keluar sedikit demi sedikit, dan
pada usaha ketiganya, sang Kucing berhasil menarik keluar kacang tersebut. Aksi
ini di lanjutkan beberapa kali terhadap kacang yang masih ada dalam panggangan.
Secepat tangannya yang menarik kacang tersebut dari api, secepat itu pula sang
Monyet mengambil dan memakannya.


Saat sang pemilik rumah pulang, kedua hewan yang nakal ini
lari terbirit-birit menyembunyikan diri, dan sang Kucing yang bekerja keras
hingga telapaknya melepuh oleh panas api, tidak mendapatkan satu buah kacang
pun. Semenjak saat itu, ia tidak pernah lagi mau berurusan dengan sang Monyet
yang licik.


Jadi pembelajaran yang dapat kita teladani dari dongeng
monyet dan kucing memanggang kacang ini adalah Orang yang memberikan pujian palsu, mempunyai maksud yang
tidak baik yaitu untuk memanfaatkan.