Cerita Religi Setitik Kebaikan Bisa Menyadarkan Kejahatan

Setitik Nasehat Kebaikan

Cerita Religi Setitik Kebaikan Bisa Menyadarkan Kejahatan

Kisah selanjutnya adalah tentang seorang kakek tua pemilik
pohon pepaya dengan seorang pemuda pencuri. Pada suatu hari ada seorang kakek
tua yang sudah memiliki pohon pepaya dengan kondisi berbuah matang.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Pohon pepaya tersebut dirawat dari kecil hingga bertumbuh
dan menghasilkan buah. Akan tetapi buah yang dihasilkan dari pohon pepaya
tersebut sangat sedikit. Posisi pohon tersebut di dekat pagar yang bersebelahan
dengan  jalan raya.

Pada keesokan harinya sang kakek pemilik pohon berniat untuk
memetik buah pepaya yang selama ini ia rawat. Namun siapa sangka ketika sampai
ternyata buah pepaya tersebut sudah hilang beberapa biji. Seketika sang kakek
kembali ke dalam rumah dan terlihat murung.

Sang istri yang melihat keadaan tersebut merasa heran hanya
karena buah pepaya yang tak seberapa harganya bisa sekecewa dan semurung itu.
Namun yang dipikirkan oleh kakek berbeda dengan yang dipikirkan oleh sang
istri.

Ia memikirkan begitu kasihan terhadap seorang pencuri harus
menunggu sampai tengah malam sekaligus penuh usaha hanya untuk mendapatkan
beberapa buah pepaya. Keesokan harinya ia berinisiatif untuk membantu sang
pencuri dalam meletakkan sebuah tanggal.

Namun siapa sangka ketika keesokan harinya buah pepaya yang
ada pada pohon masih utuh jumlahnya. Sang kakek mulai bersabar dan mencoba
menunggu keesokan harinya. Akan tetapi kejadian yang sama masih kakek alami, di
mana buah pepaya masih utuh meskipun sudah diletakkannya sebuah tangga di
dekatnya.

Hari esoknya kakek kedatangan tamu seorang pemuda yang belum
pernah ia temui sebelumnya. Pemuda tersebut membawa beberapa pepaya matang.
Pemuda tersebut memberikan pepaya tersebut kepada kakek dan meminta maaf.

Pemuda tersebut juga menjelaskan jika dirinyalah yang
mencuri pepaya milik kakek tadi. Sebenarnya pemuda tersebut masih berniat untuk
mencuri pepaya. Namun karena adanya sebuah tangga tadi, pemuda tersebut hatinya
tergerak dan sadar jika pemilik pepaya tersebut begitu sabar sekaligus baik
hati. Sejak saat itu pemuda tersebut sudah memiliki tekad untuk berubah dan
tidak mencuri lagi.

Pesan moral yang diberikan oleh kisah tersebut adalah sebuah
kebaikan meski sekecil apa pun itu ternyata bisa memberikan dampak positif
terhadap kebaikan orang lain. Mungkin orang lain memiliki rasa jahat terhadap
kita.

Namun bisa jadi akibat kebaikan yang selama ini kita tabur
di mana pun tempatnya akan memberikan buah manis di kemudian hari seperti
mengubah niat jahat seseorang menjadi lebih baik lagi.

Apapun bentuknya, kebaikan pasti akan memberikan hasil yang
berdampak positif kepada kita. Meski mungkin kita tak merasakannya. Bisa jadi
yang akan menuai adalah anak cucu kita kelak. So, jangan pernah bosan untuk
berbuat baik kepada sesama.