Cerita Rakyat Rusa VS Kulomang

Rusa dan kelomang sedang berdialog 

Pada zaman dahulu hiduplah sekelompok rusa di hutan rimba
Kepulauan Aru. Siapapun tahu bahwa kemampuan rusa berlari sungguh sangat cepat
luar biasa. Begitu ringan langkah kakinya, seakan hendak terbang saja. Selain
merumput, mereka juga sering mengajak adu lari kawanan binatang lainnya.
Apabila unggul, rusa itu akan mengambil tempattinggal pihak yang kalah.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Sementara tak jauh dari hutan itu, terdapat pantai yang
sangat indah. Di sana hiduplah siput laut yang bernama Kulomang. Di kalangan
hewan, Siput laut dikenai sebagai binatang yang cerdik dan setia kawan.
Diceritakan bahwa pada suatu hari, Rusa mendatangi Kulomang. ia hendak
menantang siput laut adu lari hingga sampai di tanjung kesebelas. Pantai tempat
tinggal sang siput laut sebagai taruhannya.

Dalam hatinya Rusa sudah merasa menang sebelum bertanding.
Kulomang dihadapkan pada dua persoalan sekaligus. Jalannya sangat lambat dan
cangkang di atas tubuhnya. Apalagi cangkang itu lebih besar dari tubuhnya.

Pada hari yang ditentukan. Si Rusa mengajak teman-temannya
untuk menyaksikan kehebatan larinya, sedangkan Kulomang membawa serta sepuluh
teman-temannya. Mereka termasuk bagian dari rencana si Kulomang. Sepuluh ekor
siput dalam rentang jarak tertentu bersiap di tempatnya dari tanjung kedua
hingga tanjung kesebelas. Si Kulomang, tentu saja, berada di tempat mulainya
pertandingan. Diperintahkannya agar mereka menjawab setiap pertanyaan si Rusa
dengan ucapan, “Aku persis di depanmu.”

Begitu pertandingan dimulai, si Rusa langsung melesat dan
tanpa kesulitan mendahului si Kulomang. Setelah beberapa lama ia tiba di
tanjung kedua. Napasnya terengah-engah. Dalam hati ia yakin bahwa si Kulomang
tertinggal sangatjauh. la berteriak-teriak bersuka ria.

“Kulomang, sekarang kau ada di mana?”

Temannya si Kulomang pun menjawab, “Aku persis di depanmu.

Betapa terkejutnya si Rusa. Maksud hati hendak beristirahat
sejenak. apa daya, ia harus berlari lagi. Hal yang sama terus berulang sampai
tanjung kesepuluh. Ketika memasuki tanjung kesebelas. si Rusa sudah kehabisan
napas. la terjatuh dan mati. Si Kulomang bukan saja mengalahkan si Rusa, tetapi
juga memperdayai si Rusa yang sombong dengan kecerdikannya.