Cerita Rakyat Lampung: Buaya Perompak

Buaya Perompak

Pada zaman dahalu di dearah Lampung, ada sebuah kisah yang
sangat menarik tentang sungai Tulang Bawang. Sungai itu terkenal angker. Banyak
orang hilang jika berlayar melewati sungai itu.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Mengapa banyak orang hilang? Ternyata di sungai itu ada
seekor buaya ganas. Buaya itu adalah penghuni sungai Tulang Bawang sudah banyak
memakan korban, Penduduk yang hidup di sekitar sungai Tulang Bawang harus
berhatihati. Jika bepergian mereka siap dengan senjata tajam.

Dikisahkan, pada suatu hari penduduk sekitar kehilangan
seorang gadis cantik yang bernama Aminah. Seluruh penduduk di kampung itu
segera melakukan pencarian. Akan tetapi, meskipun seluruh penduduk kampung
Tulang Bawang sudah mencari hampir ke setiap tempat, tak ada satu
petunjuktentang adanya Aminah. Gadis itu hilang lenyap begitu saja.

Sementara itu, pada saat bersamaan, di dalam sebuah gua
besar yang jauh dari pemukiman penduduk, terbaringlah tubuh seorang gadis yang
lemah tak berdaya. Ternyata gadis itu adalah Aminah yang baru tersadar dari
pingsannya. Alangkah terkejutnya ia menemukan dirinya ada di dalam gua. Setelah
bangkit, ia berusaha berdiri dan berjalan berkeliling.

Keterkejutannya semakin
bertambah, karena gua itu dipenuhi oleh harta benda yang tak ternilai harganya,
ada permata, emas, intan, dan pakaian yang indah-indah. Seluruh benda itu
mengeluarkan cahaya yang berkilauan. Kemudian, terdengar sebuah suara dari
sudut gua, tampaklah seekor buaya yang sangat besar dan mengerikan.

“Jangan takut! Memang aku buaya, tapi asalku manusia
sepertimu juga. Aku dikutuk karena perbuatanku yang tercela. Aku dipanggil
Somad.

Pekerjaanku merampok di sungai Tulang Bawang. Harta benda
yang kurampok tersimpan dalam gua ini. Selain itu, di gua ini terdapat
terowongan rahasia yang menembus langsung ke desamu. Tak ada yang mengetahul
terowongan itu.”

Dalam keadaan terkejut dan ketakutan, Aminah berusaha
menyimak seluruh perkataan si buaya. Tanpa disadarinya, ia telah mendengar
sebuah rahasia yang dapat memberinya jalan keluar. Walaupun si Buaya bersikap
baik padanya dan selalu memberinya hadiah perhiasan, ia tetap tidak kerasan, ia
ingin kembali ke desanya. Ia berharap dapat rneninggalkan si Buaya yang
kesepian itu sendiri dalam gua dan segera kembali ke kampung halaman.

Aminah mulai teringat kejadian mengapa ia berada di dalam
goa bersama buaya itu. Kemarin ia berada di tepi sungai, baru saja membuang
sampah. Tiba-tiba sesuatu yang kuat dan besar menyambar dirinya. Ia seperti
tenggelam ke dasar sungai. Ia tak sadarkan diri, tahu-tahu berada di dalam goa
bersama Buaya Perompak.

Kini Aminah pura-pura menuruti kemauan si Buaya. Tapi
diam-diam ia menunggu kesempatan yang baik untuk meloloskan diri. Pada suatu
ketika, si Buaya perompak tertidur dan membiarkan pintu guanya terbuka. Amina h
segera menggunakan kesempatan itu untuk keluar melalui terowongan sempit itu.
Ketika menyusulnya cukup lama, tiba-tiba ia melihat sinar matahari.

Betapa gembiranya ia dapat keluar dari gua itu. Aminah, si
gadis rupawan itu akhirnya bisa kembali ke desanya dengan selamat. Ia hidup
tentram bahagia bersama keluarganya. Harta berlimpah tidak menjamin hidup
bahagia. Buaya itu kaya raya tapi ia kesepian dan menderita akibat perbuatannya
dulu.