9 Kecamatan di Kabupaten Cirebon Terendam Banjir, 83.000 Warga Terdampak

PRAKATA, Cirebon – Banjir di Kabupaten Cirebon terus meluas. Dari sebelumnya tujuh, kini tercatat sembilan kecamatan terendam banjir kiriman dari wilayah Kuningan tersebut. Sebanyak 20.000 rumah dari 36 desa terendam banjir akibat meluapnya air Sungai Cisanggarung, Ciberes, dan Beringin.

Banjir mengakibatkan 83.000 jiwa terdampak dan 2 warga dilaporkan tewas tersetrum dan terpeleset. Sementara ribuan warga korban banjir terpaksa mengungsi ke tempat yang aman.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Bupati Cirebon Imron Rosyadi saat meninjau langsung di Desa Sidaresmi, Kecamatan Pabedilan, mengatakan banjir yang terjadi saat ini semakin luas. Sebelumnya 7 kecamatan kini bertambah menjadi 9 kecamatan.

“Sekarang wilayah yang terjadi banjir semakin meluas dari 7 kecamatan sekarang jadi 9 kecamatan,” kata Imron, Rabu (06/03/24)

Imron menjelaskan meluasnya banjir tersebut disebabkan luapan beberapa sungai dari sungai Ciberes dan sungai Cisanggarung.

“Sungai Cisanggarung ini sebagai wilayah perbatasan antara Jawa Barat dan Jawa Tengah, termasuk juga sungai Ciberes. Sungai-sungai ini sudah tidak mampu menampung debit air kiriman dari Kuningan,” ujarnya.

Imron menambahkan banjir ini mayoritas terjadi di wilayah Cirebon Timur. Selain akibat limpasan di sungai Cisanggarung, di wilayah Kecamatan Waled banjir diakibatkan tingginya debit air di bendungan ambit mencapai 440 sentimeter.

“Normalnya itu di bendungan Ambit 70 sentimeter, kalau sekarang mencapai 440 sentimeter sehingga sungai Ciberes tidak bisa menampung dan terjadi limpasan,” ucapnya.