KATEGORI
  • Bencana
  • Daerah
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Scientology
  • Syariah
  • Uncategorized
  • Beranda » Daerah » Sejarah Kabupaten Purwakarta: Asal-usul Nama Hingga Penyebaran Agama Islam

    Sejarah Kabupaten Purwakarta: Asal-usul Nama Hingga Penyebaran Agama Islam

    BY 06 Apr 2024 Dilihat: 72 kali

    Purwakarta – Dikutip dari laman DJKN Kemenkeu RI. Keberadaan Purwakarta tidak terlepas dari sejarah perjuangan melawan pasukan VOC.

    Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

    Sekitar awal abad ke-17 Sultan Mataram mengirimkan pasukan tentara yang dipimpin oleh Bupati Surabaya ke Jawa Barat. Salah satu tujuannya adalah untuk menundukkan Sultan Banten. Tetapi dalam perjalanannya bentrok dengan pasukan VOC sehingga terpaksa mengundurkan diri.

    Setelah itu dikirimkan kembali ekspedisi kedua dari Pasukan Mataram di bawah pimpinan Dipati Ukur serta mengalami nasib yang sama pula.

    Untuk menghambat perluasan wilayah kekuasaan kompeni (VOC), Sultan Mataram mengutus Penembahan Galuh (Ciamis) bernama R.A.A. Wirasuta yang bergelar Adipati Panatayuda atau Adipati Kertabumi III untuk menduduki Rangkas Sumedang (Sebelah Timur Citarum). Selain itu juga mendirikan benteng pertahanan di Tanjungpura, Adiarsa, Parakansapi dan Kuta Tandingan.

    Setelah mendirikan benteng tersebut Adipati Kertabumi III kemudian kembali ke Galuh dan wafat. Nama Rangkas Sumedang itu sendiri berubah menjadi Karawang karena kondisi daerahnya berawa-rawa (Sunda: “Karawaan”).

    Sultan Agung Mataram kemudian mengangkat putera Adipati Kertabumi III, yakni Adipati Kertabumi IV menjadi Dalem (Bupati) di Karawang, pada Tahun 1656. Adipati Kertabumi IV ini juga dikenal sebagai Panembahan Singaperbangsa atau Eyang Manggung, dengan ibu kota di Udug-udug.

    Pada masa pemerintahan R. Anom Wirasuta putera Panembahan Singaperbangsa yang bergelar R.A.A. Panatayuda I antara Tahun 1679 dan 1721 ibu kota Karawang dari Udug-udug pindah ke Karawang, dengan daerah kekuasaan meliputi wilayah antara Cihoe (Cibarusah) dan Cipunagara.

    Pemerintahan Kabupaten Karawang berakhir sekitar tahun 1811-1816 sebagai akibat dari peralihan penguasaan Hindia-Belanda dari Pemerintahan Belanda kepada Pemerintahan Inggris.

    Antara tahun 1819-1826 Pemerintahan Belanda melepaskan diri dari Pemerintahan Inggris yang ditandai dengan upaya pengembalian kewenangan dari para Bupati kepada Gubernur Jendral Van der Capellen.

    Dengan demikian Kabupaten Karawang dihidupkan kembali sekitar tahun 1820, meliputi wilayah tanah yang terletak di sebelah Timur kali Citarum/Cibeet dan sebelah Barat kali Cipunagara. Dalam hal ini kecuali Onder Distrik Gandasoli, sekarang Kecamatan Plered pada waktu itu termasuk Kabupaten Bandung.

    Sebagai Bupati I Kabupaten Karawang yang dihidupkan kembali diangkat R.A.A. Surianata dari Bogor dengan gelar Dalem Santri yang kemudian memilih ibu kota Kabupaten di Wanayasa.

    Nama Purwakarta diberikan atau diusulkan oleh seorang cutak atau dahulu biasa dikenal dengan kepala wilayah di daerah Sindangkasih yang bernama Purbasari.

    Asal usul nama Purwakarta sangat berkaitan erat dengan penyebaran agama Islam dan keberadaan Masjid Agung, atau saat ini bernama Masjid Agung Baing Yusuf Purwakarta.

    Pada Mei 1830 cutak menghadiri perkumpulan di Pendopo yang saat ini menjadi Kantor Bupati Purwakarta, pada masa kepemimimpinan Dalem Solawat (RA Suryawinata).

    Pada masa itu Dalam Solawat menggelar syukuran berpindahnya kantor pemerintahan afdeling karawang ke Sindang Kasih dari Wanayasa.

    Di tengah acara itu, cutak mengangkat tangan kemudian mengusulkan jika wilayah ini diberi nama Purwakarta.
    Purwakarta menjadi kabupaten tersendiri terhitung sejak tahun 1968.

    Buku Sejarah Purwakarta (2008) yang disusun tim penelusuran sejarah Badan Pariwisata Kabupaten Purwakarta, tertulis dalam surat Kabar Hindia Belanda, Javasche Courant, Agustus 1831: “Door den Gou verneur Generaal in Radem is bepaald dat dehoofdplaats de Assistent-residentie Krawang, voortan den naam Poerwakarta
    Artinya, “Gubernur Jenderal telah menetapkan, bahwa ibu kota afdeling/Kabupaten Karawang bernama menjadi Purwakarta”.

    Masa itu nama Purwakarta belum populer seperti sekarang. Masyarakat mengenal daerah ini dengan nama Sindangkasih, sebuah perkampungan yang saat ini pun masih ada tak jauh dari pusat kota.

    Dalam sejarah tutur, nama Sindangkasih diambil dari peristiwa pencarian lokasi pemerintahan baru oleh bupati Karawang saat itu, RA Suriawinata, pada 1830.

    Konon, di tempat inilah, di Sindangkasih, bupati mendapat perlakuan hangat dari pemukim yang telah ada sebelumnya. Dalam bahasa Sunda, sindang berarti mampir, dan kasih yang berarti asih, cinta, dan sayang.

    Sebelumnya nama Purwakarta telah ada dan dikenal, namun namanya ditetapkan dan kalau dihitung jatuh pada tanggal 23 Agustus 1830, atau tanggal 4 Rabiul awal 1250 Hijriah.

    Pembangunan dimulai antara lain dengan pengurugan rawa-rawa untuk pembuatan Situ Buleud, Pembuatan Gedung Keresidenan, Pendopo, Mesjid Agung, Tangsi Tentara di Ceplak, termasuk membuat Solokan Gede, Sawah Lega dan Situ Kamojing. Pembangunan terus berlanjut sampai pemerintahan Bupati berikutnya.

    Belum ada komentar untuk Sejarah Kabupaten Purwakarta: Asal-usul Nama Hingga Penyebaran Agama Islam

    Popular News

    • PRAKATA.ID, Jakarta – Dokter spesialis dermatologi rambut dan estetika lulusan Universitas Udayana dr. Nevristia Pratama Sp.DVE mengatakan proses penuaan rambut tidak hanya sekadar berubah warna menjadi putih namun juga karena kebiasaan sehari-hari yang membuat rambut kehilangan kilaunya.Thank you for reading this post, don't forget to subscribe! “Masyarakat banyak nggak sadar bahwa ada kebiasaan sehari-hari yang […]

      Mar 20, 2024
    • PRAKATA.ID, Purwakarta – Produsen chip Nvidia meluncurkan platform software yang didukung oleh kecerdasan buatan (AI) untuk membantu riset teknologi 6G. Platform ini menyediakan simulasi ekosistem komunikasi 6G di infrastruktur cloud.Thank you for reading this post, don't forget to subscribe! Teknologi komunikasi seluler terbaru yang dikenal sebagai 6G, diperkirakan mulai digelar pada 2023 sebagai pengganti teknologi […]

      Mar 19, 2024
    • Purwakarta, PRAKATA.ID – Sebuah seminar dan sosialiasi digital marketing islami dengan target jangkauan area digelar di balai RW 04 oleh Mahasiswa KKN STIE Syariah Indonesia Purwakarta di Desa Cipinang berjalan lancar. Seminar dan sosialiasi ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan inspirasi kepada para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tentang bagaimana memanfaatkan teknologi digital […]

      Feb 18, 2024
    • PRAKATA.ID, Purwakarta – Ibu kota baru Nusantara (IKN) bakal dibangun dengan konsep kota pintar atau smart city. Taksi terbang disebut-sebut menjadi salah satu teknologi yang akan hadir di IKN.Thank you for reading this post, don't forget to subscribe! Mengenai hal ini, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie mengatakan masih harus digodok regulasinya. Terlebih penggunaan […]

      Mar 19, 2024
    • PRAKATA.ID, Purwakarta – Perdana Menteri Irlandia Leo Varadkar pada hari Rabu (20/03/2024) mengumumkan bahwa dia akan mundur segera setelah partainya Fine Gael menunjuk pemimpin baru.Thank you for reading this post, don't forget to subscribe! “Ketika saya menjadi pemimpin partai dan Taoeach (perdana menteri) pada bulan Juni 2017, saya tahu bahwa salah satu bagian dari kepemimpinan […]

      Mar 20, 2024

    Hot Categories

    • Bencana6
    • Daerah35
    • Inspirasi410
    • Internasional12
    • Lifestyle11
    • Nasional18
    • Scientology11
    • Syariah10

    Prakata.id – Cerita Rakyat Bawang Merah Bawang PutihThank you for reading this post, don't forget to subscribe! Jaman dahulu kala, […]

    Jun 03, 2022

    Klik Ayam untuk Video lengkapnya  Cerita Rakyat Jawa Timur – Legenda CindelarasThank you for reading this post, don't forget to […]

    Jun 04, 2022

    Thank you for reading this post, don't forget to subscribe! Cerita Rakyat Sumatera Utara – Legenda Danau Toba Di wilayah […]

    Jun 07, 2022

    Thank you for reading this post, don't forget to subscribe! Cerita Rakyat Jawa Tengah – Legenda Timun Mas Pada zaman […]

    Jun 08, 2022

    Thank you for reading this post, don't forget to subscribe! Cerita Rakyat Jawa Timur -Legenda Keong Mas   Alkisah pada jaman dahulu […]

    Jun 08, 2022