Di sebuah desa tinggallah seorang anak bernama Topan dengan ibunya. Topan dan
ibunya tidak punya banyak harta, ibunya bekerja sebagai pedagang sayur di pasar
dan Topan membantu ibunya dengan menggembalakan kambing milik saudagar di
desanya. Suatu hari ketika Topan menggembalakan kambing di padang rumput sambil
membaca buku, datanglah seorang kakek tua yang terlihat kelelahan meminta izin
pada Topan untuk menumpang duduk di bawah pohon. Topan pun mempersilahkan kakek
tersebut untuk duduk bersamanya bahkan menawarkan bekal minuman yang ia bawa
dari rumah.
Kakek bertanya kepada Topan, “Apakah Kamu tidak sekolah?”
Dengan sedih Topan menjawab bahwa keluarganya tidak punya uang untuk
menyekolahkan Topan. Tapi meski begitu Topan tetap semangat dan rajin membaca
dari buku-buku yang ia pinjam dari temannya.
Keesokan harinya sepulangnya dari menggembalakan kambing,
ibu Topan keluar dari rumah dan langsung memeluk Topan. Katanya, Topan mendapat
undangan untuk masuk ke sekolah dengan biaya yang gratis. Alangkah kaget dan
senangnya Topan ketika ia berangkat ke sekolah dan bertemu dengan si kakek yang
duduk bersamanya waktu itu ternyata adalah kepala sekolah dari sekolah
tempatnya ia akan belajar.
Cerita cerpen tersebut sangat cocok diceritakan kepada
anak-anak agar tetap rajin belajar dan menggapai cita-cita meski banyak
batasnya. Sifat Topan yang baik hati dan mau berbagi dengan sesama ketika
bertemu dengan kakek tua yang terlihat lelah juga bisa jadi contoh yang baik
agar anak bisa berbuat baik dengan siapa saja tidak memandang bulu dan tanpa
mengharapkan kebaikan. Kebaikan yang dilakukan bisa dibalas dalam bentuk lain
oleh orang lain.
Eksplorasi konten lain dari PRAKATA.ID
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
