Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
![]() |
| Kisah La Longko-Tongko |
Kisah La Tongko-Tongko berasal dari cerita rakyat Sulawesi
Selatan. Melansir buku Cerita Rakyat Daerah Wajo di Sulawesi Selatan, di
kisahkan hidup seseorang anak yang sangat bodoh bernama La Tongko-Tongko.
Suatu hari, La Tongko-Tongko mengatakan kepada ibunya bahwa
dia ingin menikah. Ibunya mengatakan untuk mencari gadis yang ingin menikah
dengannya.
La Tongko-tongko pun pergi berjalan-jalan untuk mencari
perempuan. Tidak lama kemudian La Tongko-tongko bertemu gadis pembawa kentang
dan mengatakan kepada gadis tersebut bahwa Ia ingin menikahinya. Gadis tersebut
pun melemparnya dengan kentang. Hal itu pun terulang saat La Tong-tongko ia
menemui pembawa belanga.
Tak putus asa, La Tongko-tongko kemudian masuk ke sebuah
sebuah tempat sepi penuh dengan semak-semak dan menemukan gadis. Dia kembali
mengutarakan keinginannya untuk menikahi gadis itu. Tetapi tidak mendapat merespon
karena ternyata gadis tersebut telah meninggal. Karena tidak merespon saat
diajak menikah, La Tongko-tongko menganggap gadis itu setuju dan membawanya
pulang. Ibunya pun kaget melihat mayat di rumahnya.
Ketika La Tongko-tongko bertanya kepada ibunya, bagaimana Ia
mengetahui bahwa itu mayat. Sang ibu mengatakan hal itu diketahui dari bau
mayat dari gadis itu.
Malam harinya, La Tongko-tongo tiba-tiba mencium bau busuk
saat makan malam bersama ibunya. Ia pun mengatakan bahwa ibunya sudah mati dan
ingin menguburnya. Padahal sang ibu hanya kentut. Ibunya pun lari keluar
menjauhi La Tongko-tongko.
Kemudian tak lama La Tongko-tongko pun kentut. Setelah
mencium bau busuk dari tubuhnya, Ia pun mengubur untuk tubuhnya sementara
kepalanya tetap di atas tanah.
Pesan moral yang paling ditekankan pada cerita rakyat
Sulawesi Selatan ini adalah berpikirlah sebelum bertindak dan tidak menelan
mentah-mentah informasi yang diterima.
Eksplorasi konten lain dari PRAKATA.ID
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
