Kisah Sang Pengecut |
Kisah Sang Pengecut
Diantara kisah-kisah para pemberani yang disebutkan dalam buku sejarah ialah kejadian yang ada dalam peperang Badr. Kisahnya Mu’adz bin Amr radhiyallahu ‘anhu disaat perang berkecamuk. Beliau berkata, “Aku mempunyai target pada perang Badr untuk membunuh Abu Jahal.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Maka, manakala peluang datang akupun menyerangnya. Aku layangkan satu pukulan yang mengenai sekitar kakinya pada pertengahan betisnya. Lalu anaknya Ikrimah menyabet pundakku, maka lenganku pun terlepas dan menempel pada kulit sampingku namun peperangan menjauhkan posisiku darinya.
Sungguh, aku telah berperang seharian dan menyeret lenganku ke belakang. Maka, tatkala ia semakin membuatku tersiksa, maka aku menginjakkan kakiku ke atasnya kemudian lama aku melakukan hal itu hingga akhirnya berhasil membuangnya.
Imam Dzahabi mengomentari kisah ini dengan mengatakan, “Ini demi Allah, inilah yang dinamakan pemberani sejati. Bukan seperti orang hanya tergores anak panah lalu nyalinya menciut dan menyembelih ketegarannya”. Pernah ditanyakan kepada Abdul Malik, Siapakah orang Arab yang paling berani dalam bait syairnya? Beliau menjawab, Abas bin Murdas tatkala mengatakan:
Kondisi terberat ialah ketika menghadapi pasukan yang bersenjata lengkap
Namun, ku tak peduli apakah aku mati disitu ataukah selamat darinya
Inilah lantunan bait syair yang paling berani yang diucapkan oleh orang Arab. Adapun bait syair kepada para pengecut adalah seperti perkataan seorang penyair:
Aku mengira ketika lari dari peperang menyebabkan panjang umur
Tapi aku tidak menjumpai seperti ketika maju kemedan pertempuran
Bukanlah kesudahan perang yang menyebabkan berdarah
Namun, kaki kami yang berdarah karena lari tunggang langgang
Eksplorasi konten lain dari PRAKATA.ID
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.