Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
![]() |
| Keledai dan Muatannya |
Cerita Dongeng Keledai dan Garam Muatannya
Seorang pedagang, menuntun keledainya untuk melewati sebuah
sungai yang dangkal. Selama ini mereka telah melalui sungai tersebut tanpa
pernah mengalami satu pun kecelakaan, tetapi kali ini, keledainya tergelincir
dan jatuh ketika mereka berada tepat di tengah-tengah sungai tersebut. Ketika
pedagang tersebut akhirnya berhasil membawa keledainya beserta muatannya ke
pinggir sungai dengan selamat, kebanyakan dari garam yang dimuat oleh keledai
telah meleleh dan larut ke dalam air sungai. Gembira karena merasakan muatannya
telah berkurang sehingga beban yang dibawa menjadi lebih ringan, sang Keledai
merasa sangat gembira ketika mereka melanjutkan perjalanan mereka.
Pada hari berikutnya, sang Pedagang kembali membawa muatan garam.
Sang Keledai yang mengingat pengalamannya kemarin saat tergelincir di tengah
sungai itu, dengan sengaja membiarkan dirinya tergelincir jatuh ke dalam air,
dan akhirnya dia bisa mengurangi bebannya kembali dengan cara itu.
Pedagang yang merasa marah, kemudian membawa keledainya
tersebut kembali ke pasar, dimana keledai tersebut di muati dengan
keranjang-keranjang yang sangat besar dan berisikan spons. Ketika mereka
kembali tiba di tengah sungai, sang keledai kembali dengan sengaja menjatuhkan
diri, tetapi pada saat pedagang tersebut membawanya ke pinggir sungai, sang
keledai menjadi sangat tidak nyaman karena harus dengan terpaksa menyeret
dirinya pulang kerumah dengan beban yang sepuluh kali lipat lebih berat dari
sebelumnya akibat spons yang dimuatnya menyerap air sungai.
Jadi pembelajaran yang dapat kita teladani dari dongeng
Keledai dan Garam Muatannya ini adalah Janganlah gunakan akalmu hanya untuk
kepentingan diri sendiri karena akan merugikan kepentingan orang lain.
Eksplorasi konten lain dari PRAKATA.ID
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
