Info terupdate
SISI LAIN REALITA
Indeks

Legenda Putri Pukes dan Danau Laut Tawar

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Alkisah di dataran tanah gayo, terdapat seorang putri cantik
anak seorang raja yang bernama Putri Pukes. Putri cantik ini menyukai seorang
pangeran yang berasal dari kerajaan lain. Awalnya, kedua orang tua putri pukes
tidak merestuinya, disebabkan asal pangeran ini yang bertempat tinggal jauh
dari kediaman sang putri. Namun, berkat kegigihan si putri pukes dan sang
pangeran, akhirnya orang tua si putri pukes ini merestui hubungan keduanya
hingga pada akhirnya mereka berdua dinikahkan oleh sang raja.

Setelah menikah, maka tibalah saatnya sang putri menyusul
suaminya. Putri Pukes pun pamit kepada kedua orang tuanya untuk pergi ke
kerajaan suaminya. Tentunya kedua orang tua sang putri pun dihinggapi rasa
sedih, namun mereka harus melepas anaknya itu pergi.

“Pergilah, Nak, bersama para pengawal. Namun, satu hal yang
harus kau jaga, begitu melangkahkan kaki keluar dari kerajaan ini, jangan
sekalipun kamu menoleh lagi ke belakang”, pesan orang tuanya.

Putri Pukes pun berangkat bersama para pengawalnya. Di
tengah jalan, ia selalu teringat akan orang tuanya dan sangat merindukan
mereka. Karena ia terlalu bersedih, tanpa sengaja ia menoleh ke belakang.

Tiba-tiba, datanglah petir menyambar dan hujan yang sangat
lebat. Putri Pukes beserta rombongannya berteduh di dalam sebuah goa. Di dalam
gua, Putri Pukes berdiri di sudut goa untuk menghangatkan tubuhnya yang
kedinginan. Perlahan, sang putri merasa tubuhnya mengeras. Putri Pukes sangat
terkejut dan menangis. Ternyata tubuhnya menjadi batu. Ia pun menyesal karena
tidak mengindahkan pesan orang tuanya. Seharusnya, ia tidak menoleh ke belakang
selama perjalanan sebagaimana yang dipesankan oleh orang tuanya.

Setelah merasa cukup lama beristirahat dan hujan mulai reda,
mereka berniat melanjutkan perjalanan. Para pengawalnya pun memanggil Sang
Putri. “Tuan Putri ! Hujan telah reda, mari kita melanjutkan perjalanan !”
panggil para pengawalnya. Berkali-kali mereka memanggil, tetapi tetap tidak
terdengar jawaban.

Para pengawal sang putri pun pergi menghampiri tempat Putri
Pukes berdiri. Mereka terus memanggil, tetapi Sang Putri diam saja. Saat
melihat dengan jelas, para pengawal sangat terkejut karena tubuh putri pukes
telah mengeras dan menjadi batu.

Sampai sekarang, batu Putri Pukes masih bisa dilihat.
Bentuknya membesar di bagian bawah, tetapi bentuk sanggul dan kepala Sang Putri
masih dapat dikenali. Menurut kepercayaan penduduk setempat, batu tersebut
membesar dibawah karena Putri Pukes terus menangis yang menyebabkan air matanya
menumpuk di bawah.

Sementara itu, karena hujan yang sangat lebat, terbentuklah
danau di kawasan itu. Penduduk sekitar menyebut danau tersebut dengan nama
“Danau Laut Tawar“.


Eksplorasi konten lain dari PRAKATA.ID

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.