Info terupdate
SISI LAIN REALITA
Indeks

Legenda Danau Batur Cerita Rakyat Bali

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Pesona Danau Batur 

Legenda Danau Batur Cerita Rakyat Bali

Alkisah ada sepasang suami istri yang telah lama berumah
tangga namun belum dikaruniai anak. Setiap hari, mereka berdoa agar dikaruniai
anak. Akhirnya, doa mereka dikabulkan. Sang istri mengandung dan kemudian
melahirkan seorang bayi lelaki. Namun sayang, setelah melahirkan, sang Ibu
meninggal, tidak lama kemudian sang Ayah menyusul.

Bayi itu tumbuh sangat cepat, makannya juga banyak. Nafsu
makannya setara dengan sepuluh orang dewasa. Ia diberi nama Kebo Iwa. Karena
kedua orang tuanya sudah tiada, para penduduk bergantian memberi makan Kebo
Iwa.

Setelah dewasa, Kebo Iwa menjadi pemarah. Penduduk desa
takut dengannya. Walaupun begitu, ia juga bersedia membantu penduduk desa yang
membutuhkan tenaganya. Namun lama-kelamaan, para penduduk desa kewalahan untuk
menyediakan makan Kebo Iwa.

Karena itu, warga berkumpul untuk membahas Kebo Iwa.
Hasilnya, warga desa berencana untuk membuat sebuah kolam persediaan air guna
mengatasi kekeringan di desa tersebut. Jika rencana tersebut berhasil, tentu
warga tidak akan kesusahan lagi mencari air untuk mengairi sawah mereka.
Kemudian, salah seorang warga menemui Kebo Iwa. Orang itu lantas menjelaskan
hasil diskusi warga.

“Asal diketahui sebenarnya air di dalam tanah wilayah kita
itu melimpah. Oleh karena itu, kami meminta bantuanmu untuk membuatkan sumur
yang sangat besar! Jika hasil panen bisa seperti dulu, tentu kami tidak
kesulitan untuk memberimu makanan. Berapa pun juga jumlah makanan yang engkau
butuhkan, kami pasti sanggup untuk memenuhinya.”

Ganti hari, Kebo Iwa memulai pekerjaannya. Kebo Iwa menggali
tanah di tempat yang ditentukan Kepala Desa. Lokasi tanah tersebut dipenuhi
batu kapur, sehingga sangat susah digali. Namun bagi Kebo Iwa, hal itu tidak
masalah. Ia mendongkeli batu-batu kapur lalu dilemparkan pinggir lubang. Tanpa
terasa, lubang yang dibuat sudah banyak, begitu pula batu kapur yang
dilemparkan Kebo Iwa. Berhari-hari ia bekerja keras. Hingga akhirnya, air mulai
memancar keluar.

Saat itu, para warga bersorak gembira. Kebo Iwa pun
beristirahat di dalam sambil menyantap makanan yang dibawakan warga. Karena
kekenyangan, ia ketiduran di kolam tersebut. Tanpa terasa, air yang memancar
semakin banyak, membuat tanah di sekitar kolam licin. Sebentar kemudian,
bebatuan di pinggir kolam luruh ke bawah. Kebo Iwa tidak bisa berbuat apa-apa.

Air terus keluar hingga membanjiri desa tempat tinggal Kebo
Iwa. Hingga akhirnya tercipta sebuah danau. Danau itu disebut Danau Batur,
sedangkan timbunan tanah yang di sekitar danau berubah menjadi gunung dan
disebut Gunung Batur.


Eksplorasi konten lain dari PRAKATA.ID

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.