Seekor keledai beristirahat dalam jangka waktu yang cukup
lama dan banyak menerima makanan yang baik. Karena itu dia merasa sangat kuat,
berjingkrak-jingkrak dengan angkuh, dan mengangkat kepalanya tinggi-tinggi.
“Ayah saya pasti dulunya adalah kuda balapan,”
katanya. “Aku bisa merasakannya dengan jelas.”
Hari berikutnya, majikannya mulai mempekerjakannya dengan
keras dan malam itu dia menjadi sangat kecapaian dan sedih.
“Saya salah,” katanya. “Ayah saya hanyalah
seekor keledai.”
Jadi pembelajaran yang dapat kita teladani dari dongeng
Keledai yang pongah ini adalah Berbanggalah dengan apa yang kita miliki, jangan
berusaha untuk menjadi orang lain tetapi jadilah diri sendiri.
Eksplorasi konten lain dari PRAKATA.ID
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.