
Pernah ada sebuah rumah yang mulai terbakar, di mana salah
seorang penghuni rumah tersebut adalah orang yang terbaring sakit dan tak bisa
bergerak.
Saat itu, masuklah seorang petugas pemadam kebakaran untuk
menyelamatkannya, tetapi si Orang Sakit berkata:
“Tidak usah pedulikan saya,” kata si Orang Sakit,
“Selamatkanlah orang yang sehat terlebih dahulu.”
“Bisakah engkau memberi tahu saya alasan anda berkata
begitu?” tanya si Pemadam Kebakaran.
“Saya merasa ini adalah pilihan yang paling baik dan
adil,” kata si Orang Sakit. “Yang kuat harus didahulukan karena
mereka bisa menyumbangkan tenaganya dan memberikan jasanya lebih banyak
dibandingkan orang yang lemah dan sakit-sakitan.”
Si Pemadam Kebakaran merenung beberapa saat, lalu berkata
“Saya bisa saja mengabulkan permintaan kamu tadi, tapi coba anda jelaskan,
tugas dan jasa-jasa apa saja yang bisa diberikan oleh orang yang sehat dan
kuat?”
“Tugas orang yang lebih kuat adalah membantu orang yang
lemah.”
Si Pemadam Kebakaran kembali merenung sebentar, lalu berkata
kembali, “Saya mengerti bahwa kamu berada dalam kondisi kurang sehat, tapi
saya tidak mengerti mengapa engkau begitu bodoh.” Lalu si Pemadam
Kebakaran pun mengangkat si Orang Sakit dari tempat tidurnya dan
menyelamatkannya keluar dari rumah yang terbakar.
Jadi pembelajaran yang dapat kita teladani dari dongeng
orang sakit dan petugas pemadam kebakaran ini adalah Kita harus memiliki sifat rendah hati tetapi bukan
merendahkan diri sendiri.
Eksplorasi konten lain dari PRAKATA.ID
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.