Pada suatu hari yang dingin, dimana badai dan angin bertiup
kencang, seorang gembala kambing menggiring kambing-kambingnya ke tempat
perlindungan di sebuah gua. Ternyata dalam gua itu juga didapati segerombolan
kambing hutan ikut berteduh. Sang Gembala sangat ingin membuat agar gerombolan
kambing hutan hutan itu mau menjadi bagian dari ternaknya. Untuk itu, sang
gembala memberi mereka makanan yang baik hingga sekenyang-kenyangnya. Sedangkan
untuk kambing gembalaannya sendiri, hanya diberi makan sedikit. Saat cuaca
menjadi terang, sang Gembala pun menggiring kambing-kambingnya keluar bersama
dengan gerombolan kambing hutan. Saat gerombolan kambing hutan keluar dari gua,
kambing tersebut meninggalkan sang Gembala dan meneruskan perjalanannya ke
sepanjang bukit .
Inikah bentuk terima kasih kalian setelah saya memperlakukan
kalian dengan baik dan memberi kalian makanan yang banyak?” tanya sang
Gembala.
“Jangan berharap kami akan ikut gerombolan
ternakmu,” kata seekor kambing hutan. “Kami tahu bagaimana kamu akan
memperlakukan kami nantinya saat segerombolan ternak baru datang, seperti kamu
memperlakukan kambing-kambingmu saat kami datang tadi.”
Tidaklah bijak untuk memperlakukan teman lama dengan jelek
saat memiliki teman yang baru.
Jadi pembelajaran yang dapat kita teladani dari dongeng
gembala kambing dan kambing liar ini adalah Tidak baik jika melupakan teman
lama saat sudah memiliki teman yang baru.
Eksplorasi konten lain dari PRAKATA.ID
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
